Al-Azhar News
Home | Artikel | Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak Usia Dini

sholihatun
Sholihatun

Oleh: Sholihatun, S.Pd
(Kepala PG/TK Al-Azhar)

Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi sekarang semakin mengancam para generasi muda. Tidak hanya dari kalangan anak pendidikan SMA keatas namaun kasus pelecehan seksual ini juga mengancam anak-anak yang masih dibawah umur. Lalu apa yang harus dilakukan para orang tua guna melindungi anak dari pelecehan seksual yang bisa mengintai anak-anak kapan dan dimanapun ia berada?

Sebagai orang tua kita harus mengajarkan anak dari usia dini tentang pendidikan seksualitas. Dalam hal ini orang yang berperan tidak hanya ayah dan ibu sebagai orang tua dirumah namun juga guru sebagai orang terdekat kedua anak. Pendidikan reproduksi yang ditanamkan sejak dini akan mempermudah anak dalam mengembangkan harga diri, kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, dan penerimaan diri yang positif.

 Peran orang tua dalam pendidikan reproduksi usia dini yakni :

  1. Kenalkan perbedaan lawan jenis, bahwa ada laki-laki dan perempuan.
  2. Memperkenalkan organ reproduksi seperti memperkenalkan organ-organ yang lain pada tubuh anak.
  3. Menghindarkan anak dari kemungkinan pelecehan dengan memberitahu bahwa tidak semua orang boleh menyentuh organ seksnya.
  4. Sampaikan dengan bahasa yang khas untuk anak-anak, jangan terkesan menggurui dan marah di depan anak.
  5. Sesuaikan dengan perkembangan usia anak.

 Cara Memberikan Pendidikan Reproduksi Sesuai dengan Tingkat Usia Anak

 Usia 1-3 tahun

  1. Memperkenalkan organ-organ reproduksi anak secara singkat, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva.
  2. Terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.
  3. Tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.
  4. Membersihkan alat kelaminnya dengan benar setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB) sendiri. Hal ini sangatlah baik karena secara tidak langsung mengajari anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain membersihkan alat kelaminnya.

Usia 1-4 tahun

Orang tua disarankan untuk mulai memperkenalkan anatomi tubuh, termasuk alat genitalnya. Kenalkan pada anak, ini mata, ini kaki, ini vagina dengan bahasa ilmiah tanpa menggunakan istilah lain agar ketika remaja anak tidak canggung untuk menyebutkannya.

Usia 5-7 tahun

Rasa ingin tahu anak tentang aspek seksual biasanya meningkat. Mereka akan menanyakan kenapa temannya memiliki organ-organ yang berbeda dengan dirinya sendiri. Orang tua diharapkan bersikap sabar dan komunikatif, menjelaskan hal-hal yang ingin diketahui anak. Jika anak laki-laki mengintip teman perempuannya yang sedang buang air, itu mungkin karena ia ingin tahu. Jangan hanya ditegur lalu ditinggalkan tanpa penjelasan. Terangkan bedanya anak laki-laki dan perempuan.

Cara Mencegah Terjadinya Pelecehan Seksual terhadap Anak

  1. Jangan berikan pakaian yang terlalu terbuka karena bisa menjadi rangsangan bagi tindakan pelecehan seksual.
  2. Tanamkan rasa malu sejak dini dan ajarkan si kecil untuk tidak membuka baju di tempat terbuka, juga tidak buang air kecil selain di kamar mandi.
  3. Jaga si kecil dari tayangan pornografi baik film atau iklan.
  4. Ketahui dengan siapa anak menghabiskan waktu dan temani ia saat bermain bersama teman-temannya. Jika tidak memungkinkan maka sering-seringlah memantau kondisi mereka secara berkala.

Sebagai orang tua tak sekedar hanya merawat dan memfasilitasi anak namun kita harus mengajarkan anak untuk memahami apa yang tidak dan boleh dilakukan. Sementara karena aksi pelecehan yang kini menjadi momok menakutkan maka marilah kita tanamkan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini kepada anak dengan bahasa yang mudah dipahami anak.[]

Lihat Juga

Hari Santri Nasional (HSN) – 22 Oktober

Sejarah Hari Santri Nasional 22 Oktober – Hari Sabtu, 22 Oktober 2016 diperingati sebagai Hari ...

Satu komentar

  1. Saya begitu menyukai artikel yang disajikan dalam blog ini,
    Semoga sukses terus memberikan informasi bermanfaat utk semua orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 8 =


Selamat datang di website Al-Azhar | Islamic Education Center :: Dapatkan informasi menarik dengan follow Twitter kami @ppalazhar :: Saran, masukan, informasi, dan artikel bisa dikirimkan ke email: admin@alazhar.id atau hubungi: (0321) 383333.