Al-Azhar News
Home | Pondok Pesantren Al-Azhar

Pondok Pesantren Al-Azhar

  • PROFIL PESANTREN
  • MADRASAH DINIYYAH
  • PROGRAM TAHFIDZ
  • KEGIATAN SANTRI
  • EKSTRAKURIKULER
  • SISTEM KEUANGAN
  • JANJI SANTRI
  • LOKASI

Gallery (26)

DATA PESANTREN

Nama PesantrenPondok Pesantren Al-Azhar
Nomor Statistik Pondok512357600121
Nama Yayasan / LembagaYayasan Al-Azhar
ProvinsiJawa Timur
Kab / KotaMojokerto
KecamatanMagersari
Desa / KelurahanKedundung
Jalan dan NomorJl. Al-Azhar
Telepon (0321) 383555
DaerahPerkotaan
Surat Keputusan / SKKd.15.38/3/PP.07/84/SK/2016
Penerbit SKKementerian Agama Kota Mojokerto
Masa Berlaku SK29 Januari 2016 – 28 Januari 2021
Tahun Berdiri2010
Jarak ke pusat kecamatan1 Km
Jarak ke pusat kota4 Km

MADRASAH DINIYYAH PP. AL-AZHAR

Berdirinya Madrasah Diniyyah PP. Al-Azhar

Madrasah Diniyah[1] PP. Al-Azhar berdiri sebelum dibentuknya SMP Islam Plus Al-Azhar, materi yang dipakai adalah materi dasar dalam Pesanten Salaf[2], yakni Ilmu Alat (Tata Bahasa Arab), Tauhid, Fiqh dan Akhlak, seiring berkembangnya Al-Azhar menjadi Pesantren, materi diniyyah pun semakin dikepakkan ke ranah yang lebih luas, tidak hanya Ilmu Alat, Tauhid, Fiqh dan Akhlak, tapi juga Bahasa Arab, Hadis, Sejarah, Fiqh Hadis, Ilmu Kalam (pemahaman lebih mendalam tentang tauhid), Fiqh Tasawwuf dan latihan membaca Kitab Gundul[3] atau yang lebih dikenal dengan Qiroatul Kutub (Qiroatul Kutub hingga Qiroatul Kutub Kubro)[4], disamping beberapa materi diniyyah berupa kitab-kitab kuning klasik, para santri PP. Al-Azhar juga diberikan materi keseharian Bahasa Arab, yaitu Hiwar (percakapan dalam bahasa arab) dan Muhadlarah (pidato bahasa arab) untuk menunjang kelancaran para santri memahami tata bahasa Arab disertai prakteknya sehari-hari, sehingga santri tidak hanya faham bahasa Arab secara pasif (saat membaca kitab gundul) tapi juga aktif berbahasa arab sesuai dengan kaidah bahasa Arab.

Klasifikasi Kelas Madrasah Diniyyah

Madrasah diniyyah terpisah dengan sekolah formal, penentuan kelas dalam Madrasah Diniyyah tidak ditentukan dari kelas yang ada di sekolah. Pengelompokan kelas diniyyah berdasarkan observasi dari pesantren, klasifikasi ini ditujukan agar para santri dapat fokus memahami kajian-kajian ilmu agama berdasarkan kemampuannya, sehingga suasana bisa kondusif, tidak ada santri yang tertinggal pemahamannya dengan santri lain.

Ada 4 tingkatan dalam Madrasah Diniyyah PP. Al-Azhar, yaitu: Ibtida’ (kelas permulaan), Ula, Wustho dan Tahfidz, kelas Ibtida’ diperuntukkan bagi para santri yang baru masuk, hanya ada materi dasar dalam kelas Ibtida’ yakni Fiqh dan pengenalan huruf Pegon[5], materi Fiqh untuk kelas Ibtida’ adalah Fiqh Kompilasi (perpaduan beberapa kitab fiqh dasar yaitu Fasholatan, Mabadi’ Fiqh, Risalah Al-Mahidl dan praktek Fiqh ibadah yang dibimbing langsung oleh Ustadz/Ustadzah), pengenalan huruf Pegon diajarkan 2 bulan secara berturut-turut, seluruh santri diwajibkan bisa menguasai pegon karena kitab-kitab materi diniyyah nantinya harus diterjemahkan oleh santri dalam bahasa jawa pegon. Kenaikan kelas diniyyah dari ula ke wustho ditentukan dari hasil ujian per-semester (imtihan), santri yang mampu memahami pelajaran di kelasnya dan berhasil lulus dengan standar nilai yang telah ditentukan akan naik ke kelas berikutnya, sedangkan santri yang tidak lulus imtihan akan dibimbing lagi di kelas sebelumnya untuk mendalami lagi materi diniyyah.

Ngaji Weton merupakan ciri khas pesantren salaf, Istilah weton berasal dari bahasa jawa yang diartikan pengajian rutin harian, tapi dilaksanakan pada saat terentu misalnya pada setiap selesai sholat jumat dan sebagainya, ngaji weton ini diikuti oleh seluruh santri dari kelas Ibtida’, Ula dan tahfidz.

Jadwal Diniyyah dalam Madrasah Diniyyah lebih padat daripada Madrasah Tahfidz, karena masing-masing memiliki fokus tersendiri untuk menyesuaikan target pembelajaran, madrasah diniyyah lebih difokuskan ke pendalaman kitab-kitab klasik sedangkan madrasah tahfidz difokuskan ke pencapaian target hafalan al-Qur’an.

Kurikulum Madrasah Diniyyah PP. Al-Azhar

MATERIKELAS ULAKELAS WUSTHOKELAS ULYA
Al-Qur’anالقرآن الكريمالقرآن الكريمالقرآن الكريم
Bahasa Arabرأس سيراه
Fiqhسلم التوفيق / فصلاتنالتذهيب / فصلاتنفتح القريب
Haditsالأربعين النوويةمختار الأحاديثمختار الأحاديث
Nahwuمتن الأجرومية/ العواملالنحو الواضحنظم العمريطي
Sharafالأمثلة التصريفيةالأمثلة التصريفيةالأمثلة التصريفية
I’lalالإعلال
Qawaid I’lalقواعد الإعلال
Tauhidعقيدة العوامعقيدة العوام /تيجان الدرريأم البراهين
Akhlaqأداب العالم والمتعلمتعليم المتعلم
Tajwidشفاء الجنانتخفة الأطفالالجزارية
Baca kitabسلم التوفيقفتح القريب

 ________________________

Catatan Kaki:

[1] Madrasah Diniyyah merupakan pendidikan yang mempersiapkan santri untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama Islam. Pembelajaran madrasah diniyah berdasarkan referensi kitab-kitab kuning kurikulum pondok pesantren pada umumnya yang mencakup beberapa disiplin ilmu agama seperti Ilmu al-Qur’an, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ilmu Akhlak dan Adab, Fiqih dan Ushul Fiqih, Gramatika Arab (Nahwu Shorof), Sastra Arab (Balaghoh dan Ilmu Arudl), Manthiq (Filsafat Islam), Falak (Astronomi), Tarikh Islam (Sejarah) dan Bahasa Arab.

[2] Pesantren Salaf adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji “kitab-kitab kuning” (kitab kuna). Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya. di pesantren salaf, hubungan antara Kyai dengan santri cukup dekat secara emosional.

[3] Kitab Gundul adalah kitab yang ditulis dalam Bahasa Arab tanpa harokat.

[4] Qiroatul Kutub Kubro adalah ujian membaca Kitab Gundul untuk mengasah pemahaman Nahwu Sorof dan Bahasa Arab santri.

[5] Huruf Pegon adalah huruf Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa. Kata Pegon konon berasal dari bahasa Jawa Pego yang berarti menyimpang. Sebab Bahasa Jawa yang ditulis dalam huruf Arab dianggap sesuatu yang tidak lazim.

PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN PP. AL-AZHAR

Pengenalan Program Tahfidz

Mempelajari al-Qur’an mempunyai tahapan tersendiri, tahapan awalnya yaitu setelah mempelajari cara membaca dan hukum-hukum bacaannya (tajwid) adalah menghafalkannya. Menghafal al-Qur’an (Tahfidz al-Qur’an) merupakan salah satu bentuk usaha kita mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kalam-Nya. Setelah itu barulah kita memperdalam pemahaman tentang kandungan al-Qur’an itu sendiri untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman pemecahan permasalahan yang kita hadapi.

Namun tentunya usaha untuk menghafal al-Qur’an bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan niat yang kuat dan ikhlas, konsentrasi penuh serta istiqamah dalam menjalani prosesnya. Apalagi, godaan di sekitar kita, merupakan tantangan besar yang harus dilawan, demi tercapainya tujuan mulia menghafal al-Qur’an.

Program Tahfidz al-Qur’an di PP. Al-Azhar merupakan program khusus untuk para santri yang memiliki tekad bulat untuk menghafalkan al-Qur’an, tentunya santri-santri yang mengikuti program tahfidz adalah santri-santri pilihan yang telah diobservasi terlebih dahulu sebelum mengikuti program tahfidz, mereka terlebih dahulu digembleng pada bacaan al-Qur’annya (tilawah), pembenaran hukum-hukum bacaannya (tajwid), dan penyempurnaan bacaan (tahsin), 3 proses pra-tahfidz tersebut dilaksanakan dalam waktu satu tahun pembelajaran di PP. Al-Azhar, setelah santri dinyatakan lulus tilawah, tajwid dan tahsin-nya, barulah diobservasi kembali tentang kelayakannya untuk masuk program tahfidz.

Santri yang mengikuti program tahfidz memiliki waktu khusus untuk mendalami tahfidz, karena santri yang mengikuti program tahfidz harus bisa membagi waktunya antara sekolah, diniyyah dengan waktu menghafal juga waktu untuk muraja’ah.

Semoga dengan adanya program tahfidz ini kami mampu mengemban amanah dan menjadi “wakil Tuhan” dalam menjaga al-Qur’an di bumi Allah sebagaimana firman-Nya, “innaa nahnu nazzalnaa al-Dzikraa wa innaa lahuu lahaafidzuun”, “sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al-Qur’an dan Kami sendiri yang akan menjaganya”.

Sejarah

Khodimul Ma’had Al-Azhar, KH. M. Ma’shum Maulani memiliki 3 Putri yang semuanya adalah para hafidzah, ketiganya diberi anugerah hafal al-Qur’an dengan sanad yang menyambung sampai Rasulullah SAW karena sedari kecil mereka dikirim ke pesantren khusus tahfidz al-Qur’an untuk mendalami ilmu al-Qur’an serta menghafalkannya.

“Khoirukum man ta’allamal Qur’an wa ‘allamahu” (H.R. Bukhari), “sebaik-baik kamu sekalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”, dengan pegangan sabda Nabi tersebut, Khodimul Ma’had ingin putri-putrinya tidak hanya istiqamah tadarrus dan menjaga hafalan mereka tapi juga mengamalkan al-Qur’an dan mengajarkan kepada santri PP. Al-Azhar bagaimana cara membaca al-Qur’an, menghafal dan mengamalkannya.

Berbekal keinginan yang kuat membumikan al-Qur’an tersebut, maka dibentuklah program tahfidz yang berjalan dengan sangat baik mulai tahun 2014, Khodimul Ma’had bertekad mengkader para santri yang tinggal di PP. Al-Azhar menjadi santri yang hafal al-Qur’an dengan sebenar-benarnya penghafalan, istiqomah dalam bertadarrus, proses yang muawalah, kesabaran dan waktu yang panjang, sehingga outputnya menjadi hafidz/hafidzah yang hafal dan bertanggung jawab terhadap kelancaran bacaannya (lafdzan), faham isi kandungan al-Qur’an (ma’nan), serta berakhlak Qur’ani (‘amalan).

Keutamaan Orang yang Menghafalkan AL-Qur’an

Menurut para ulama, di antara beberapa faedah menghafal Al-Qur’an adalah:

  1. Jika disertai dengan amal shalih dan keikhlasan, maka ini merupakan kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
  2. Orang yang menghafal Qur’an akan mendapatkan anugerah dari Allah SWT berupa ingatan yang tajam dan pemikiran yang cemerlang. Karena itu penghafal al-Qur’an lebih cepat mengerti, teliti dan lebih hati-hati karena banyak latihan untuk mencocokkan ayat serta membandingkan dengan ayat lainnya.
  3. Menghafal al-Qur’an merupakan bahtera ilmu, karena akan mendorong seseorang yang hafal al-Qur’an untuk berprestasi lebih tinggi daripada teman-temannya yang tidak hafal al-Qur’an, sekalipun umur, kecerdasan, dan ilmu mereka berdekatan.
  4. Penghafal al-Qur’an memiliki identitas yang baik, akhlak dan perilaku yang baik.
  5. Penghafal al-Qur’an mempunyai kemampuan mengeluarkan fonetik[1] Arab dari landasannya secara thabi’i (alami), sehingga bisa fasih berbicara dan ucapannya benar.
  6. Jika penghafal al-Qur’an mampu menguasai arti kalimat-kalimat di dalam al-Qur’an, berarti ia telah banyak menguasai arti kosakata bahasa Arab, seakan-akan ia telah menghafalkan sebuah kamus bahasa Arab.
  7. Dalam al-Qur’an banyak sekali kata-kata bijak (hikmah) yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Dengan menghafal al-Qur’an, seseorang akan banyak menghafalkan kata-kata tersebut.
  8. Bahasa dan uslub (susunan kalimat) al-Qur’an sangatlah memikat dan mengandung sastra Arab yang tinggi. Seorang penghafal al-Qur’an yang mampu menyerap wahana sastranya, akan mendapatkan dzauq adabi (rasa sastra) yang tinggi. Hal ini bisa bermanfaat dalam menikmati sastra al-Qur’an yang akan menggugah jiwa, sesuatu yang tak mampu dinikmati selain penghafal al-Qur’an.
  9. Dalam al-Qur’an banyak sekali contoh-contoh yang berkenan dengan ilmu nahwu dan sharaf, penghafal al-Qur’an akan dengan cepat menghadirkan dalil-dalil dari ayat al-Qur’an untuk suatu kaidah dalam ilmu nahwu dan sharaf.
  10. Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat hukum. Seorang penghafal al-Qur’an akan dengan cepat pula menghadirkan ayat-ayat hukum yang ia perlukan dalam menjawab satu persoalan hukum.
  11. Seorang penghafal al-Qur’an setiap waktu akan selalu memutar otaknya agar hafalannya tidak lupa. Hal ini akan menjadikan hafalannya kuat. Ia akan terbiasa menyimpan memori dalam ingatannya.

Siapa Saja yang Bisa Mengikuti Program Ini?

Program tahfidz merupakan program khusus PP. Al-Azhar, santri yang mengikuti program tahfidz haruslah santri yang memiliki niat kuat untuk menghafalkan al-Qur’an, taat peraturan selama menjadi santri program tahfidz dan bersedia mengikuti beberapa materi uji coba sebelum melangkah ke tahfidz berupa:

  1. Lulus Tahsin. Santri yang ingin masuk program tahfidz harus lulus tahsin, tahsin bermakna bagus bacaannya, tahsin al-Qur’an ini terdiri dari kelancaran membaca (tilawah), faham hukum bacaan (tajwid), teliti membaca huruf sesuai sifat-sifat huruf (makharijul huruf), serta fasih mengucapkan huruf (fashahah), santri yang masih kurang sempurna tahsinnya tetapi ingin masuk program tahfidz akan dibimbing oleh ustadz/ustadzah sampai sempurna bacaannya sehingga lulus tahsin dan siap mengikuti program tahfidz.
  2. Lulus Ujian Pra-Tahfidz. Ujian pra-tahfidz dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan-1 tahun, selama kurun waktu tersebut santri dibimbing oleh ustad/ustadzah pengampu tahfidz untuk membaca al-Qur’an secara bi al-Nadlar (melihat mushaf) dan menghafalkan Juz ‘Amma, surat Yasin, al-Waqi’ah dan mengikuti wisuda tahfidz Juz ‘Amma.
  3. Lulus Ujian Bi al-Ghaib. Santri yang telah lulus ujian tahsin dan pra-tahfidz harus mengikuti ujian bi al-Ghaib, ujian bi al-Ghaib ini diampu oleh ustadz/ustadzah yang hafal al-Qur’an, ujiannya adalah muraja’ah hafalan Juz ‘Amma, selanjutnya jika santri berhasil menghatamkan Juz ‘Amma dan surat pilihan dalam sekali duduk dan lancar, maka ustadz/ustadzahnya berhak menaikkan ke juz 29 atau juz 1 dengan berbagai pertimbangan kemampuan masing-masing santri.

Setelah para santri mengikuti beberapa ujian dan dinyatakan lulus masuk program tahfidz, maka santri sudah bisa mulai konsentrasi meneruskan hafalannya, mereka bisa menikmati indahnya menghafalkan al-Qur’an dengan hati yang riang, penuh keikhlasan dan penghayatan ayat-ayat yang merasuk ke dalam dada, berakar kuat di ingatan dan relung hati menyatu dengan Kalam Ilahi. Setoran al-Qur’an dilaksanakan secara talaqqi (face to face)[2] di hadapan ustadz/ustadzah yang hafidz/hafidzah.

Target Pencapaian Program Tahfidz di PP. Al-Azhar

Tahfidz al-Qur’an yang berjalan di PP. Al-Azhar memiliki target 3 tahun mampu hafal dengan lancar minimal 10 juz, target mengantongi 10 juz ini telah digodok matang oleh para pengampu tahfidz, dengan berbagai pertimbangan waktu yang sangat terbatas karena harus dibagi dengan sekolah dan diniyyah, pengampu tahfidz juga mempertimbangkan tentang tanggung jawab bacaan para santri, para pengampu tahfidz sama sekali tidak menginginkan santri tahfidz yang telah menghafalkan al-Qur’an sekedar menghafal al-Qur’an lalu tidak bisa membaca bi al-Ghaib (membaca tanpa melihat mushaf al-Qur’an), berapapun perolehan hafalan santri tahfidz harus bisa membaca bi al-Ghaib, misalkan seorang santri memperoleh hafalan sebanyak 3 juz, maka dia juga harus bisa membaca dengan lancar 3 juz tanpa melihat al-Qur’an, berlaku juga untuk santri yang memperoleh 10 juz atau lebih maka dia juga harus membaca secara bi al-Ghaib 10 juz atau lebih, dan alhamdulillah rasa syukur kami begitu besar kepada Allah SWT karena telah menganugrahkan santri-santri Program Tahfidz al-Qur’an kemampuan menghafal yang kuat, program 1 tahun tahfidz yang berjalan sejak 2014 hingga 2015 menghasilkan beberapa santri yang sudah menghafal 4-7 juz, lancar bi al-Ghaib.

Selama ini, santri program tahfidz al-Qur’an PP. Al-Azhar telah memborong berbagai kejuaraan di beberapa MHQ dan MTQ tingkat kota, kabupaten dan provinsi, ini membuktikan bahwa para santri penghafal al-Qur’an di PP. Al-Azhar tidak hanya duduk dan tadarrus, menghafal al-Qur’an untuk dirinya sendiri, tapi mampu memberikan motivasi kepada yang lain untuk tetap berprestasi dan syiar Kalamullah melalui musabaqah-musabaqah untuk mempertajam hafalan al-Qur’an mereka.

Metode Tahfidz di PP. Al-Azhar

Dalam program tahfidz PP. Al-Azhar, santri hanya diperbolehkan sehari menyetorkan 1 halaman dalam mushaf al-Qur’an (setoran tambahan dinamakan ziyadah), menggunakan mushaf khusus hafalan yakni al-Qur’an pojok, yang mana 1 juz memuat 10 lembar (kecuali pada juz 30 ada 12 lembar), dan 1 lembar mushaf terdiri dari 2 halaman, para santri tahfidz tidak diperkenankan ziyadah lebih dari 1 halaman dalam 1 hari, metode ini sangat efektif untuk menghindari terlalu banyaknya hafalan yang akhirnya kesusahan untuk mengulang hafalan (takrir), dan mengulang seluruh hafalan (muraja’ah). Adapun metode yang diapakai, antara lain:

  1. Bi al-Nadlar. Sebelum mulai menghafalkan 1 halaman al-Qur’an, pengampu tahfidz membacakan terlebih dahulu kepada santri 1 halaman yang akan dihafalkan al-Qur’an dan santri menyimak dengan seksama bacaan yang dilantunkan oleh pengampu tahfidz, menyamakan cara bacaan, tajwid dan waqaf-waqafnya,[3] lalu santri membaca secara melihat mushaf di hadapan pengampu tahfidz.
  2. Bi al-Ghaib. Setelah itu santri menghafalkan sendiri 1 halaman sesuai dengan bacaan yang diajarkan pengampu tahfidz, dan jika tiba waktu setoran al-Qur’an, maka santri membacakan hafalannya di depan pengampu tahfidz dengan cara bi al-ghaib.
  3. Talaqqi. Santri wajib menyetorkan hafalan al-Qur’an kepada pembimbing tahfidz secara talaqqi (face to face), santri tidak boleh berpindah ke halaman lainnya sebelum pengampu tahfidz memberikan izin untuk berpindah ke halaman lainnya. Hal ini untuk mengontrol kelancaran bacaan santri apakah sudah boleh meneruskan hafalan ataukah mengulangi hafalan di halaman yang tetap karena kurang lancar.
  4. Takrir. Santri yang telah menyetorkan hafalannya wajib mengulang hafalannya, tahapannya adalah takrir 1 lampir (2 halaman mushaf), takrir seperempat (5 halaman mushaf), takrir setengah (10 halaman mushaf), takrir satu juz (20 halaman mushaf).
  5. Tasmi’. Setelah santri menyelesaikan 1 juz hafalannya, tidak langsung meneruskan juz selanjutnya, tapi disimak dulu dalam satu majlis yang terdiri dari para santri tahfidz dengan memakai pengeras suara, diampu langsung oleh Kepala Madrasah al-Qur’an PP. Al-Azhar. Setelah santri dinyatakan mampu membaca dengan lancar 1 juz al-Qur’an, maka santri bisa meneruskan ke juz berikutnya.

Jadwal Tahfidz PP. Al-Azhar

Penghafal Al-Qur’an setidak-tidaknya harus memiliki 3 hal yang wajib, yang pertama niat ikhlas ingin melestarikan Kalam Allah, kedua Istiqamah dan yang ketiga manajemen waktu, manajemen waktu ini penting karena mampu tidaknya seseorang menghafalkan al-Qur’an terletak pada cara me-manage waktunya untuk al-Qur’an, maka para pengampu tahfidz di PP. Al-Azhar membagi jadwal tahfidz menjadi 3 waktu, yakni:

  1. Ba’da Subuh : setoran ziyadah (menambah hafalan).
  2. Ba’da Maghrib : setoran takrir (mengulang hafalan yang disetorkan di waktu subuh).
  3. Ba’da Isya’ : para santri mempersiapkan setoran ziyadah ba’da subuh dan muraja’ah juz-juz yang telah disetorkan sebelumnya.

Demikian sekelumit gambaran tentang Program Tahfidz al-Qur’an di PP. Al-Azhar, semoga kami bisa istiqamah membimbing para santri untuk mencetak generasi Qur’ani seperti yang tertuang di dalam Visi dan Misi PP. Al-Azhar.[]

____________________________

Catatan Kaki:

[1] Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan.

[2] Metode Talaqqi adalah metode yang sangat umum dipakai seseorang yang menghafal al-Qur’an. Metode ini digunakan Nabi Muhammad SAW kepada malaikat Jibril dalam menyampaikan wahyu, ayat demi ayat dibacakan dengan tartil oleh malaikat Jibril kemudian Nabi mengikutinya sebagaimana bacaan yang disampaikan oleh malaikat Jibril, bahkan metode ini Allah ceritakan di dalam al-Quran ketika Allah SWT sedikit mengingatkan Nabi Muhammad SAW untuk tidak terlalu cepat mengikuti bacaan malaikat Jibril ketika al-Quran dibacakan kepadanya karena dengan harapan lebih cepat menguasai dan menghafalnya, padahal terekamnya bacaan al-Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril ke dalam dada Nabi SAW adalah semata-mata tanggungan Allah SWT. Sebagaimana bisa kita simak di dalam al-Quran surat al-Qiyamah ayat 16-18.

[3] Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan.

KEGIATAN SANTRI

Kegiatan pendidikan di PP. Al-Azhar diselenggarakan melalui sejumlah kegiatan harian, mingguan dan bulanan serta kegiatan tahunan.

Kegiatan harian meliputi:

JAMKEGIATAN
03.00 – 04.00Sholat malam didampingi pembimbing
04.00 – 05.00Sholat subuh berjamaah
05.00 – 06.00Tahsin al-Qur’an / Tahfidz al-Qur’an
06.00 – 07.00Mandi, sarapan pagi, persiapan ke sekolah
07.00 – 12.30Sekolah formal
12.30 – 13.30Sholat Dhuhur berjama’ah dan makan siang
13.30 – 15.00Istirahat
15.30 – 17.00Madrasah Diniyyah
17.30 – 18.00Sholat Maghrib berjama’ah
18.00 – 19.00Muroja’ah al-Qur’an
19.00 – 20.00Sholat Isya’ berjamaah dan makan malam
20.00 – 21.30Madrasah Diniyyah / Diskusi / Belajar

Sementara kegiatan mingguan/bulanan yang diselenggarakan di PP. Al-Azhar berupa pembacaan maulid diba’, manaqib, latihan pidato santri pada hari Sabtu (pukul 19.00-21.00 WIB), awrod (pembacaan wiridan) mingguan pada hari Jum’at (pukul 22.00-23.00 WIB); Kebersihan umum (ro’an) pada Ahad pagi (pukul 09.00-10.00 WIB).

Sedangkan kegiatan tahunan berupa ta’aruf santri baru, wisuda tahfidz al-Qur’an, wisuda sekolah formal, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Isra’ Mi’raj, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang disesuaikan jadwal pelaksanaannya.

EKTRAKURIKULER

KEAGAMAAN

INTELEKTUALITAS

SKILL

KURSUS

1. Diba’iyyah1. Seminar1. Jurnalistik1. Bahasa Arab
2. Manaqib2. Bahtsul Masail2. Leadership2. Bahasa Inggris
3. Ziarah Makam3. Bahtsul Kutub3. JQH3. Komputer
4. Khotmil Qur’an4. Dialog Interaktif4. Khitobah4. Kaligrafi
5. Hadrah Banjari5. MC
6. Tahlil6. Praktek Khotbah
7. Istighatsah7. Bela Diri
8. Imam Yasin dan Tahlil
9. Khotib Jumat
10. Imam Tarawikh

SISTEM KEUANGAN SANTRI

Untuk mengoptimalkan pendidikan di PP. Al-Azhar maka para santri diharapkan bisa berkonsentrasi penuh dalam belajar di pondok dengan tidak memikirkan pengaturan financial yang rawan dengan hal-hal yang tidak diinginkan, maka dalam hal ini Khodimul Ma’had menginstruksikan kepada pembimbing pondok untuk mengelola seluruh keuangan santri baik yang berkaitan dengan sekolah, pondok, maupun kebutuhan santri sehari-hari.

Tujuan

  • Agar santri dapat lebih memaksimalkan konsentrasi dalam belajar;
  • Mengantisipasi terjadinya kehilangan uang;
  • Mengantisipasi santri yang biasa menunda pembayaran.

Sistem Pengelolaan

  • Uang kiriman dari Wali santri seluruhnya wajib disetorkan ke pembimbing.
  • Setelah itu, disalurkan untuk pembayaran wajib.
  • Uang sisa pembayaran, dijadikan uang saku yang akan dipakai santri untuk kebutuhannya selama satu bulan.
  • Nominal uang saku disesuaikan dengan permintaan wali santri.
  • Batas maksimal nominal uang saku perhari adalah Rp. 20.000,-.
  • Apabila terdapat sisa uang dalam satu bulan, maka dimasukkan ke dalam tabungan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tidak terduga (seperti beli kitab, buku, dll).

Waktu Pengambilan Uang

Waktu pengambilan uang kepada pembimbing adalah setiap hari pada waktu akan berangkat sekolah (jam 06.00 WIB) dan setelah kegiatan diniyyah ba’da Ashar (jam 17.00 WIB).

ميثاق الطالب
JANJI SANTRI
Student’s Pledge

 طَاعَةُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ٠١
1.Taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Loyal to Allah and His Messangers.
بِرُّ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَسَاتِذَةِ٠٢
2.Berbakti kepada orang tua dan guru.
Obey to the parents and teachers.
التَّوْقِيْرُ عَلَى الْكِبَارِ وَالرَّحْمَةُ عَلَى الصِّغَارِ٠٣
3.Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
Respect to the olders and kind to the youngers.
الجُهْدُ فِي التَّعَلُّمِ وَالحِرْصُ فِيْ طَلَبِ الْعِلْمِ٠٤
4.Rajin belajar dan giat menuntut ilmu.
Hard to study and diligent in gaining knowledge.
الْمُحَافَضَةُ عَلَى النِّظَامِ وَالنَّظَافَةِ فِيْ السَّكَنِ وَالْمَدْرَسَةِ وَالْمُجْتَمَعِ٠٥
5.Menjaga ketertiban dan kebersihan di asrama, sekolah, maupun di masyarakat.
Keep the security and clean at dormitory, school, and public places.
 الإِعْتِمَادُ عَلَى النَّفْسِ وَمُتَحَلِّي بِأَخْلاَقٍ كَرِيْمَةٍ٠٦
6.Bersikap mandiri, santun, dan berakhlak mulia.
Mature, polite, and distinguished in attitude.

 

IKRAR
اﻻﻘﺮاﺮ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ٠١
1.Aku bersaksi tiada Illah selain Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah.
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا٠٢
2.Aku ridha Allah Rabbku
وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا٠٣
3.Aku ridha Islam agamaku
وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً٠٤
4.Aku ridha Muhammad Rasulku
وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا وَحُكْمًا٠٥
5.Dan aku ridha al-Qur’an pedoman hidupku

LOKASI PP. AL-AZHAR

PP. AL-AZHAR
Jl. Al-Azhar Kedundung Kec. Magersari Kota Mojokerto 61317 Jawa Timur

Telp. (0321) 383555


Selamat datang di website Al-Azhar | Islamic Education Center :: Dapatkan informasi menarik dengan follow Twitter kami @ppalazhar :: Saran, masukan, informasi, dan artikel bisa dikirimkan ke email: admin@alazhar.id atau hubungi: (0321) 383333.