Al-Azhar News
Home | Kolom Pengasuh | Rahasia di balik ayat “Laqod Jaa”

Rahasia di balik ayat “Laqod Jaa”

The_Best_Person_on_earth_by_vet_elianoorOleh: Uswatun Hasanah

(Guru Ngaji di PP Al-Azhar)

Syibli yang terkenal Majnun di Baghdad, suatu ketika mendatangi majelis ilmu Syaikh Abu Bakar bin Mujahid, melihat Syibli berada di tengah-tengah majelis lalu Sang Guru berdiri dan mencium kening Syibli, muridnya bertanya “gerangan apa yang membuat Panjenengan mau mencium kening sang Majnun, wahai gur?”, Sang Guru menjawab “aku melaksanakan sebagaimana yang Nabi lakukan dalam mimpiku, Nabi mencium kening Syibli”

Sang Guru Mujahid bertanya kepada Syibli “Tuan, amalan apa yang membuat Nabi memperlakukanmu dengan istimewa?”, Syibli berkata “ketika aku merindukan Kanjeng Nabi, aku membaca ayat laqod Ja’akum, lalu Nabi menjumpaiku, jika aku merindukan Nabi lagi, aku membacanya lagi dan Nabi menjumpaiku kembali” (kisah ini dikutip dari “Ratibul Hadad”)

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌعَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS : 9 : 128).

Saat diturunkannya ayat ini kepada Nabi, Malaikat tidak mampu membawa bebannya sehingga dikerahkan seluruh Malaikat agar ayat ini bisa turun dari lauhul mahfudz, bahkan Malaikat-malaikat yang memikul ayat tersebut berkata “Duh, Allah Tuhanku, kalaulah aku yang menerima ayat ini, aku pasti sudah hancur lebur lantaran tak kuat aku memikulnya, lalu untuk siapakah ayat ini? Makhluk seperti apakah yang begitu hebat menerima ayat ini?”, Allah berkata “untuk kekasihKu, Muhammad”.

Para Nabiyullah dari Adam AS hingga Sholeh AS mendapat risalah Allah hingga maqom ‘azizun alaihi maa’ anittum, lalu Nabi Ibrahim dan Ulul Azmi mendapat risalah Allah hingga maqom hariishun ‘alaikum (pada ayat lain termasuk wa yu’allimukum, mengajari ummatnya kitab-kitab), maka tidak heran ummat pada zaman sebelum Nabi yang membangkang tak menanti waktu yang lama dalam mendapatkan adzab, barulah pada zaman Nabi Muhamma.. Menyempurnakan ajaran para Nabi sebelumnya, mengutamakan kasih sayang, menyempurnakan akhlak, menghindari melaknat, begitulah karakter Nabi dalam berdakwah, islam menyebar ke seluruh dunia adalah berkah “bil mu’minina roufun rohim”nya Nabi Muhammad SAW.

Mojokerto, 13 Maret 2018

Lihat Juga

Tarbiah Ruh, Tribute to Guru Budi

Oleh: Uswatun Hasanah (Guru ngaji di PP. Al-Azhar) Seorang santri di salah satu pesantren kedapatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 13 =


Selamat datang di website Al-Azhar | Islamic Education Center :: Dapatkan informasi menarik dengan follow Twitter kami @ppalazhar :: Saran, masukan, informasi, dan artikel bisa dikirimkan ke email: admin@alazhar.id atau hubungi: (0321) 383333.