Al-Azhar News
Home | Informasi | Wisuda Al-Qur’an Bi al-Ghoib dan Bi al-Nadzar ke IV Pesantren Al-Azhar Mojokerto

Wisuda Al-Qur’an Bi al-Ghoib dan Bi al-Nadzar ke IV Pesantren Al-Azhar Mojokerto

RADARMadrasah Al-Quran Al-Azhar Kota Mojokerto Wisuda 50 Siswa Bil Ghoib-Binnadzor Jenjang SD dan SMP

MOJOKERTO – Madrasah Al-Quran Al-Azhar melangsungkan wisuda periode IV tahun 2017-2018 pada Selasa, (27/2) kemarin. Bertempat di Islamic Center Al-Azhar Boarding School, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sebanyak 50 santri dilantik menjadi wisudawan Bil Ghoib dan Binnadzor.

Para wisudawan tersebut berasal dari siswa SDI Plus Al-Azhar dan SMPI Plus Al-Azhar. Di antaranya 18 siswa SD dan 13 siswa SMP yang diwisuda Bil Ghoib atau hafal Alquran juz 30. Sedangkan 19 siswa lainnya diwisuda Binnadzor atau khatam Alquran 30 juz serta hafal juz 30.
Kepala Madrasah Quran Al-Azhar, Uswah Hasanah mengungkapkan, lembaga di bawah Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar memiliki program unggulan tahfidz. Menurutnya, tahfidz adalah program wajib menghafal Alquran juz 30 bagi semua siswa. ”Tidak hanya yang berminat saja, tetapi bagi semua siswa mulai TK, SD, dan SMP,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, program tahfidz masuk dalam kurikulum dan dijadikan salah satu indikator penilaian dalam rapor siswa. Pada jenjang SD, dimulai sejak kelas I dan batas maksimal menghafal pada kelas III. Sedangkan pada jenjang SMP, dilanjutkan dengan mengkhatamkan bacaan Alquran 30 juz.

Wisuda Bil Ghoib dan Binnadzir kali ini merupakan periode yang ke-IV. Uswah menjelaskan, pada tahun 2014 lalu program tahfidz hanya diterapkan pada jenjang SMP. ”Tetapi karena melihat potensi anak-anak SD, kemudian sejak dua tahun lalu kami juga masukkan ke jenjang SD,” ujarnya.
Bahkan, tahun depan, pihaknya berencana akan menerapkan kepada siswa di TK Plus Al-Azhar. Menurutnya, metode hafalan yang diterapkan adalah dengan metode sima’i. Yakni dengan cara melafalkan ayat-ayat Alquran melalui guru, kemudian didengarkan oleh siswa. ”Jadi, kami menggunakan metode hafal tanpa menghafal. Karena anak-anak konsentrasi mendengarkan gurunya.” ulasnya.

Metode hafalan tersebut dinilai cukup efektif untuk diterapkan pada usia anak-anak. Mengingat, tidak semua siswa mampu membaca Alquran. Selain itu, tidak sedikit siswa yang baru belajar mengenal huruf hija’iyah. ”Makanya, cukup guru yang melafalkan setiap satu hari tiga ayat,” imbuh Uswah.
Penyematan 50 wisudawan dilakukan oleh Pengasuh PP. Al-Azhar, KH. M. Ma’shum Maulani. Dalam kesempatan itu, juga dilangsungkan pemberian apresiasi kepada tiga wisudawan terbaik. Masing-masing diperoleh Nabila Mufidah, Bil Ghoib Tingkat SD; Maulidya Ilmi Auliya, Bil Ghoib Tingkat SMP; dan Laili Nur Wahidah, Binnadzor.

Pesan Pengasuh Pesantren Al-Azhar, KH. Ma’shum Maulani kepada para santri “Jika ada sekumpulan orang yang baik, maka yang terbaik adalah yang sedang belajar Al-Qur’an dan mengajarkan Al-Qur’an, maka tidak ada majelis yang terbaik selain majelis Al-Qur’an”
Gus Sa’dulloh Syarofi selaku pembawa mauidhoh hasanah juga menyampaikan, mencari ilmu merupakan suatu keharusan bagi setiap orang. Karena hal itu mampu meningkatkan derajat manusia. Bukan karena kuatintitasnya, melainkan bagaimana ilmu itu diamalkuan. ”Sejatinya, bukan banyaknya ilmu yang menjadi alasan Tuhan menghebatkan kita. Tapi cara kita berinteraksi dengan ilmu lah yang menyebabkan Tuhan mau menghebatkan kita melalui ilmu, walaupun sedikit jumlahnya,” ungkap Gus Sa’dulloh Syarofi di depan wali santri yang hadir. (ram)

*artikel ini dimuat di Radar Mojokerto, Jawa Pos edisi 28 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =


Selamat datang di website Al-Azhar | Islamic Education Center :: Dapatkan informasi menarik dengan follow Twitter kami @ppalazhar :: Saran, masukan, informasi, dan artikel bisa dikirimkan ke email: admin@alazhar.id atau hubungi: (0321) 383333.