Hukum Perlombaan

Pertanyaan:

Mohon penjelasan. Ada suatu daerah mengadakan perlombaan. Hadiahnya diambilkan dari iuran peserta lomba. Pertanyaan saya, bagaimanakah hukum perlombaan tersebut?

Jawaban:

Apabila hadiah diambil dari iuran semua peserta lomba, maka hukumnya haram, karena hakikat perlombaan tersebut adalah perjudian (qimar), baik berupa lomba lari, balap sepeda, maupun yang lain. Misalnya, dibuka pendaftaran, siapa yang mengikuti perlombaan membayar sebesar sepuluh ribu rupiah. Uang dari hasil pendaftaran tersebut dijadikan sebagai hadiah atau diberikan kepada si pemenang. Maka ini adalah perjudian.

Namun apabila hadiah berasal dari iuran masyarakat secara umum dan/atau dari orang lain selain peserta lomba, maka hukumnya boleh. Misalnya, seandainya saya punya uang, kemudian mengadakan perlombaan lari dan hadiahnya juga dari saya.

Di dalam kitab-kitab fiqh, ada pembahasan tentang perlombaan, namun maksudnya adalah musabaqah. Persisnya, yang diperbolehkan dengan hadiah (‘iwadh)  hanyalah lomba lari, naik kuda, memanah, dan mungkin untuk jaman sekarang adalah menembak. Dan apabila semua peserta lomba membayar iuran, maka harus ada muhallil (yang membuat perlombaan menjadi halal). Dalam hal ini harus ada satu orang yang tidak ikut iuran.

حاشية الباجوري الجزء الثاني ص. 13

عن صورة القمار المحرم وهو كل لعب تردد بين غنم وغرم كالعب بالورق او غيره اهــ.

هامش الباجوري الجزء الثاني ص. 31

(وإن أخرجاه) أي العوض المتسابقين (معا لم يجز) أي لم يصح إخر اجهما للعوض (إلا أن يدخلا بينهما محللا).

هامش الشرقاوي الجزء الثاني ص. 425

(ويحوز أخذ العوض عليه) أي على السبق (من الإمام وغيره ولو من أحد المتسابقين) كأن يقول من سبق منكما فله في بيت المال أو علي كذا أو إن سبقتني فلك علي كذا.

إسعاد الرفيق 2/102

(و) منها اللعب بنحو ذلك من (كل ما فيه قمار) وصورته المجمع عليها أن يخرج العوض من الجانبين مع تكافئهما.

Leave a Comment