Madrasah Diniyyah – Ngaji Bandongan

Madrasah Diniyyah PP. Al-Azhar berdiri pada tahun 2007, awalnya hanya diikuti oleh santri yang mukim. Kini, Madrasah Diniyyah juga dimasukkan di pelajaran sekolah formal di jenjang SMP full-day yang menjadi kurikulum khas Al-Azhar. Madrasah Diniyyah di Al-Azhar ditempuh menjadi 2 bagian; Madrasah Diniyyah di sekolah full-day (jam sekolah) dan Madrasah Diniyyah di pesantren.

Sebelum masuk ke kelas Diniyyah, santri akan dibimbing terlebih dahulu dengan materi pelajaran pegon 1Menulis bahasa jawa dengan aksara Arab untuk memudahkan memaknai kitab kuning dan berapa wirid khas Al-Azhar yang ditempuh kurun waktu 3 bulan, selanjutnya Madrasah Diniyyah terbagi menjadi 4 kelas; Ula, Wustho, Ulya dan Tahfidz. Materi pelajaran Diniyyah terdiri dari ilmu Tauhid, Fiqh, Hadis, Tarikh (sejarah), Akhlak, Ilmu Alat (nahwu, shorof), Qiroatul Kitab. Metode pembelajaran dengan bandongan 2Mengkaji kitab secara kolektif dengan satu guru, sorogan 3Mengkaji kitab secara face to face dengan guru , dan wetonan 4Mengkaji kitab dengan waktu-waktu tertentu. Media pembelajaran menggunakan kitab-kitab kuning karya para ulama klasik yang diterjemahkan oleh guru dalam bahasa Jawa.

Dalam pemetaan program tahfidz, guru akan mengklasifikasikan santri sesuai dengan passionnya, yakni binnadzar (membaca Alquran) dan tahfidz (menghafalkan Alquran). Bagi santri yang mampu dan menginginkan masuk kelas tahfidz, maka jam Diniyyah tidak sebanyak jam yang dimiliki santri binnadzar.

Kurikulum Madrasah Diniyyah PP. Al-Azhar


Skip to toolbar